Mengenal Rabies

Hai kawan-kawan hari ini saya ingin berbagi ilmu nih mengenai penyakit stok lama tapi baru menyerang suatu daerah... yups... Penyakit anjing gila atau Rabies, kita ketahui Bali mulai positif terinfeksi setahun yang lalu kira-kira bulan november 2008. nah disini saya ingin sedikit menjelaskan apa itu rabies.
Sejarah
pertama-tama mari kita melihat sejarah penyakit ini, penyakit rabies merupakan penyakit zoonosis tertua di dunia, diperkirakan lebih dari 2300 SM dimana pada zaman raja hammurabi sudah ditemukan mengenai undang-undang mengenai pemeliharaan anjing.di Indonesia saat ini terdapat 6 provinsi bebas rabies semenjak bali dicoret, yaitu NTB,Maluku,Irian (tanpa vaksinasi), Jawa timur, Jawa tengah, DIY (dengan Vaksinasi).

Penyebab (Etiologi)
Rabies atau anjing Gila disebabkan Oleh Virus yaitu famili Rhabdoviridae, virus ini sangat suka dengan suhu yang stabil, karena hal ini maka hewan-hewan yang terserang rabies biasanya hewan berdarah panas. Rabies dapat menyerang semua hewan berdarah panas kecuali Unggas, manusia pun dapat tertular jika tergigit hewan terinfeksi rabies.

Penyebaran
Hewan-hewan ataupun manusia umumnya tertular oleh gigitan dari hewan yang terinfeksi rabies, pada manusia umumnya disebabkan oleh hewan kesayangan yang digigit oleh hewan liar yang terinfeksi rabies. di indonesia hewan-hewan yang paling rentan menularkan rabies adalah anjing,kucing,dan kera

Gejala Klinis.
Gejala-gejala yang ditimbulkan.
Pada Hewan: Rabies dibagi menjadi 2 bentuk yaitu rabies Tenang (dumb) atau Rabies ganas (Frenzy)
Umumnya anjing mengalami perubahan tingkah laku misalnya hewan yang biasanya tenang menjadi ganas dan sebaliknya hewan yang biasanya ganas menjadi tenang atau takut.
hewan mengalami takut air (Hidrophobia) takut cahaya (Fotophobia) sehingga hewan yang terkena rabies umunya akan keluar pada malam hari. kemudian hewan akan memasuki tahap mengganas dimana saliva atau air liur sudah keluar banyak dan pada air liur ini sudah mengandung virus-virus rabies. ditandai dengan hewan menggigit benda apa saja yang ada si sekitarnya, kemudian memasuki fase paralisa dimana hewan mengalami kelumpuhan sebelum akhirnya mati,
Pada manusia: pada manusia yang terinfeksi rabies dibagi menjadi 5 fase yaitu prodromal, neurologi akut, furiuos, paralitik, dan koma
masa inkubasi virus ini hingga menimbulkan gejala klinis sangat bervariasi tergantung lamanya virus mencapai otak dari lokasi gigitan dari hasil penelitian didapat bahwa perjalanan virus adalah 2 sentimeter perhari.
pada fase prodromal gejala yang muncul umumnya bersifat ringan dan tidak spesifik seperto: kedinginan , kelelahan, nyeri tenggorokan, gatal atau seperti terbakar pada daerah gigitan.
periode neurologi akut dimulai dengan tidak berfungsinya sistem syaraf, dari tahap ini jika manusia yang terinfeksi cenderung bersikap angresi atau ganas maka di masuk tahap furiuos rabies jika cenderung mengalami kelumpuhan maka ke tahap paralitik rabies. pada periode ini juga terjadi hipersalivasi atau air liur keluar banyak.
pada masa transisi dari periode neurologik akut ke fase koma terdapat periode apneustik dimana pernafasan cepat,tidak teratur, gemetar, diikuti paralisa umum dan akhirnya koma. umumnya pada manusia jika sudah muncul gejala klinis maka akan sangat sulit untuk diselamatkan

Diagnosa
pada Hewan:untuk hewan yang dicurigai terinfeksi dapat dilihat dari perilaku hewan tersebut, pada anjing hipersalivasi serta takut cahaya dapat dijadikan patokan apakah anjing tersebut terinfeksi rabies atau tidak, jika anjing tersebut menggigit orang lebih dari 2 orang dalam waktu dekat tanpa provokasi (bedakan hewan yang menggigit karena terprovokasi dengan tidak) maka 75% dicurigai rabies. segera tangkap dan karantia anjing tersebut. jika dalam 14hari pengarantinaan anjing tidak mati maka dapat dinyatakan negatif rabies tetapi jika hewan mati selama karantina maka contoh otaknya harus dibawa ke lab untuk pemeriksaan IFAT (Indirect Fluorescent Antibody Technique) atau inokulasi percobaan.
Pada manusia: jika tergigit anjing maka tangkap anjing tersebut serta karantina seperti pada diagnosa hewan.

Pencegahan dan Pengobatan
Pada hewan: untuk hewan pada daerah positif rabies hewan diwajibkan untuk divaksin rabies serta hewan dilarang berkeliaran atau diliarkan.
pada manusia: jika manusia tergigit hewan yang mampu menyebarkan rabies, tindakan pertama yang dapat dilakukan adalah. cuci daerah yang tergigit dengan ditergen di air mengalir untuk merusak amplop virus. kemudian segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) serat antitetanus.

nah cukup sekian penjelasan dari saya ^^ mohon maaf jika kurang membantu dan berkenan . jika ada yang kurang silahkan bertanya ^^.

1 komentar:

sayadapatcs.blogspot.com mengatakan...

Thanks infonya gan..ini bermanfaat.

Posting Komentar